Logo Navigasi

© 2026 Bahrul Ulum ID

Berita

Kedekatan Tiga Generasi dan Keteladanan KH M. Fadlullah Malik di Mata KH Akhmad Jazuli

Friday, 15 May 2026 | 16:19 WIB

Kedekatan Tiga Generasi dan Keteladanan KH M. Fadlullah Malik di Mata KH Akhmad Jazuli

Diambil dari Youtube Bahrul Ulum Studio

Admin

Admin

Redaksi Utama

Suasana hangat penuh kekeluargaan terlihat dalam momen isyhad yang disampaikan oleh KH Akhmad Jazuli kepada KH M. Fadlullah Malik pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman beliau yang juga menjadi Ribath Al Maliki 1 Bahrul Ulum.

Dalam kesempatan itu, Kiai Jazuli menceritakan kedekatan keluarganya dengan sosok yang akrab disapa Abah Fadl. Hubungan tersebut bahkan telah terjalin sejak beberapa generasi sebelumnya.

Menurut beliau, hubungan keluarga mereka sudah sangat dekat sejak masa ibundanya mondok bersama keluarga ndalem Bahrul Ulum.

“Kulo niki tigo generasi lek tiang sakniki ngarani besti, Ibuk kulo kale Bu Nyai Chur niku riyen mondok bareng. (Kalau sekarang istilahnya bestie, hubungan kami ini sudah sampai tiga generasi. Ibu saya dan Bu Nyai Chur dulu pernah mondok bersama.)” Ucapnya.

Kiai Jazuli juga menyampaikan bahwa hubungan pribadinya dengan Kiai Fadl sangat akrab dan penuh kehangatan. Kedekatan tersebut tidak hanya terjadi pada generasi beliau, tetapi juga berlanjut pada anak-anak mereka yang tumbuh dalam hubungan persahabatan dan perjuangan bersama.

“Terus kulo kalean Kiai Fadl niku nggeh akrab banget. Yugo kulo niki, kalean Gus Shofi nggeh akrab, teman seperjuangan. (Kemudian saya dengan Kiai Fadl juga sangat akrab. Anak saya dengan Gus Shofi juga akrab, menjadi teman seperjuangan.)” Tambahnya.

Selain menceritakan kedekatan hubungan keluarga, Kiai Jazuli juga menggambarkan sosok Abah Fadl sebagai kiai yang sederhana, santai, dan penuh humor sehingga mudah diterima banyak kalangan.

“Pokoknya Kiai Fadl niku Kiai tapi nyantai, banyak humornya. (Pokoknya Kiai Fadl itu sosok kiai yang santai dan banyak humornya.)

Di akhir penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kesabaran menjadi salah satu sifat paling menonjol dari sosok Abah Fadl. Menurutnya, keteladanan tersebut menjadi pelajaran penting bagi siapa saja yang ingin menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan ikhlas.

“Ya Allah, Gus Fadl niki tiang sabar, Insyaallah lamun saget menteladani beliau ndunyo iki gak onok seng angel.” (Ya Allah, Gus Fadl ini orang yang sangat sabar. Insyaallah kalau bisa meneladani beliau, hidup di dunia ini tidak akan terasa sulit.)

Kesaksian KH Akhmad Jazuli menunjukkan bahwa hubungan antarpesantren tidak hanya dibangun melalui kelembagaan, tetapi juga melalui persahabatan, keteladanan, dan ikatan keluarga yang terjaga lintas generasi.

Bagikan Kebaikan

Teruskan khazanah kebaikan ini kepada dunia.

Komentar